Rasanya Migrasi ke Elementary OS

Rasanya Migrasi ke Elementary OS – Untuk pertama kalinya saya bermigrasi dari operasi sistem Ubuntu ke Elementary OS (EOS). Padahal sama-sama keluarga Linux sih :v

 

Elementary OS

Sebelumnya saya menggunakan Ubuntu terbaru 17.10. Aku kira pada versi ini, aku akan merasa nyaman, aman dan tentram, namun ternyata tidak. Banyak permasalahan yang aku temukan pada ubuntu 17.10 itu. Ntah itu karena aku yang masih pemula di dunia per Linux an atau memang pada versi tersebut memang kurang memuaskan. Tapi yang aku rasakan memang kurang menyenangkan, seperti sering hang, lag, tidak bisa install beberapa aplikasi, tidak bisa menghapus beberapa aplikasi dan permasalahan-permasalahan kecil lain. Yang masalah kecil-kecil itulah yang membuatku kurang nyaman berada di Ubuntu 17.10.

Setelah meyankinkan bulatan tekad :v aku akhirnya memutuskan untuk meminang Elementary OS untuk mengisi Lenovo G40 A6 RAM 4GB ini. Elementary OS dan Ubuntu sama-sama turunan Linux, tapi beda rasa 😀

 

Kesan pertama melihat tampilan Elementary OS… “keren njir, kayak apel-apel itu loh :v”
Memang disini, di EOS, salah satu dari beberapa distro Linux yang menjadi OS dengan tampilan UI yang kece & terkesan modern. Beda dengan beberapa distro Linux lainnya.

Selain karena memang tampilan oke punya, disini aku juga merasakan kenyamanan yang selama ini aku cari-cari. Tidak hang/lag, smooth kece, tampilan oke punya dan gratis pula :v.

Untuk masalah pengoperasiannya, ntah mengapa rasanya di EOS ini membuka beberapa aplikasi cepat betul. Rasa-rasanya laptop jadi kayak laptop dengan spek dewa :v

 

Sampai detik ini, aku pake EOS belum ada kendala apa-apa sih, aman lancar jaya tentram damai sejahtera 😀
Itu aja se, pendapatku mengenai EOS kece ini. Kalo menurutmu gimana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *